Kenali Penyakit Diabetes sejak Dini

cara mengatasi diabetes di usia muda Gejala diabetes akibat kadar glukosa darah yang tinggi dapat meliputi rasa haus yang meningkat (polidipsia), peningkatan buang air kecil (poliuria), penglihatan kabur, mudah mengantuk, mual, menurunnya daya tahan tubuh, dan meningkatnya rasa lapar (polifagia). Namun beberapa buah yang tinggi gula dan lemak juga sebaiknya dibatasi seperti mangga, pisang dan durian. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh, termasuk merusak pembuluh darah kecil di organ ginjal, jantung, mata, ataupun sistem saraf. Apabila dibiarkan tak terkendali serta tanpa perawatan yang memadai, kondisi diabetes ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang berakibat fatal, seperti kerusakan saraf (neuropathy), otak (cerebrovaskular), gangguan mata (retinopathy), penyakit jantung (kardiovaskular), penyakit ginjal (nefropathy), impotensi, gangguan pencernaan, mudah terinfeksi, kelainan kulit (gatal-gatal biasanya di sekitar kemaluan) dan luka membusuk (gangren). Jika kadar glukosa pada tubuh meningkat, maka hal ini akan merusak pembuluh darah yang ada pada ginjal, jantung, mata, dan juga pada sistem saraf sehingga pada akhirnya akan menimbulkan komplikasi. Setelah mengetahui beberapa penyebab yang memungkinkan seseorang mengidap diabetes mellitus, maka memperbaiki gaya hidup dan pola makan sangat dianjurkan. Pengobatan untuk diabetes melitus tipe 1 meliputi suntikan insulin atau menggunakan pompa insulin, mengonsumsi makanan sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol.


Diabetes melitus tipe Perawatan tambahan bagi penderita diabetes tipe 2 termasuk minum obat anti diabetes, mengonsumsi menu makanan sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi aspirin setiap hari (bagi kebanyakan orang), dan mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol. Asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Sementara itu, makanan yang perlu ditingkatkan adalah makanan tinggi serat seperti sayur dan buah terutama apel. Biasakan anak mengonsumsi sayur dan buah-buahan untuk mencegah diabetes. Kelebihan mengonsumsi metformin dibandingkan jenis obat lain adalah obat ini tidak menyebabkan kenaikan berat badan sehingga cocok diberikan untuk penderita yang mengalami kelebihan berat badan. Air dapat berfungsi untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh, sehingga dapat juga mencegah konsumsi makanan yang berlebihan jika pada saat yang bersamaan rasa lapar dan haus muncul. Diabetes tipe 1 ini biasanya muncul bukan karena pengaruh gaya hidup dan lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Diabetes Gestasional biasanya hilang bila kehamilan sudah berakhir.


Inilah sebabnya mengapa anak-anak dengan diabetes tipe 1 mungkin memerlukan terapi insulin sepanjang hidup mereka. Kondisi diabetes tipe 1 mungkin terjadi pada anak-anak atau anak remaja yang memiliki gen yang membawa penyakit tersebut. Diabetes melitus tipe 2 ini disebut juga diabetes melitus tidak tergantung insulin. Bayi yang lahir dari ibu dengan gangguan gula darah ini cenderung memiliki tubuh berukuran besar atau bisa disebut dengan makrosomia. Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran, atau bayi lahir mati dari ibu yang mengidap diabetes. Penyakit ini digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2 dan diabetes gestasional. Bagaimana cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes? Biasanya, pankreas akan merespons dengan memproduksi cukup insulin tambahan untuk mengatasi resistensi ini. Untuk mengatasi diabetes melitus perlu dilakukan terapi non farmakologi berupa pengaturan diet dan juga peningkatan aktivitas fisik. Riwayat keluarga penderita diabetes, gaya hidup tidak sehat, usia tua, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, genetik serta ras atau etnis tertentu adalah faktor resiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Wanita yang pernah menderita penyakit diabetes gestasional mempunyai resiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak pernah menderita penyakit itu.


Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas. Pola makan sehat dan olahraga teratur untuk membantu mengontrol tingkat glukosa darah. Olahraga sebaiknya dilakukan teratur 30-45 menit tiap sesinya sebanyak 3-5 kali setiap minggu. Peningkatan aktivitas fisik terutama dengan olahraga teratur sangat disarankan misalnya berenang, jalan cepat, dan bersepeda. Untuk mencegah dan menormalkan prediabetes, penting bagi anak untuk memiliki aktivitas fisik setiap hari. Merawat kaki dan memeriksakan mata secara berkala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kedua hal tersebut dapat terjadi secara tunggal atau kombinasi. Diabetes tipe 1 diduga disebabkan oleh kombinasi kerentanan genetik dan faktor lingkungan, meskipun penelitian akan faktor-faktor tersebut masih belum jelas. Obat-obatan ini bisa diberikan secara tunggal maupun kombinasi dari dua atau lebih obat. Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh memproduksi insulin dengan jumlah makin sedikit secara periodik, oleh karena itu dilakukan peningkatan dosis obat atau mulai menggunakan insulin untuk menjaga diabetes agar tetap terkontrol dengan baik. Di samping itu, kemungkinan timbulnya masalah lain akibat diabetes atau memburuknya kondisi diabetes selama kehamilan pun bisa semakin berkurang. Sementara itu, untuk makanan, hindarilah yang mengandung banyak gula dan lemak, terlalu sedikit serat, dan makanan yang diproses. ​This post has ​be᠎en ​done ᠎by G SA Con te nt Gen᠎erator ​DE​MO !


Posting Komentar untuk "Kenali Penyakit Diabetes sejak Dini"