Penyebab Diabetes yang Jarang Diketahui, apa Saja?

Makanan apa saja yang bisa menurunkan gula darah? Kementerian Kesehatan RI mengadakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia. Banyak masalah kesehatan yang dapat terjadi pada tipe 1 seperti kerusakan pembuluh darah kecil di mata atau disebut retinopati diabetik, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal. Bila jumlah glukosa berlebih, maka insulin membantu menyimpan kelebihan glukosa tersebut di dalam organ hati dan otot (dalam bentuk glikogen), atau diubah menjadi trigliserida yang disimpan di dalam jaringan penyimpan lemak (adiposa). Dalam keadaan sehat, tubuh kita akan menyerap glukosa dalam jumlah yang tepat dari makanan, kemudian menyimpan sisanya. Hasilnya, gula atau glukosa dapat menumpuk di aliran darah. Akibatnya, gula darah banyak menumpuk dalam aliran darah anak dan menyebabkan kadar gula darah anak naik. Kondisi autoimun yang menyebabkan diabetes melitus terjadi ketika sistem kekebalan tubuhmu menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang bertugas menghasilkan hormon insulin. Penyebab DM tipe-1 adalah interaksi dari banyak faktor antara lain, kecenderungan genetik, faktor lingkungan, sistem imun, dan sel β pankreas yang perannya masing-masing terhadap proses DM tipe-1 belum diketahui. Selain menghambat proses penyembuhan luka, diabetes juga dapat membuat anak rentan terserang infeksi. ᠎Th​is has ​been creat᠎ed with t he  he᠎lp ᠎of ᠎GS A Co ntent ​Generato​r DE​MO !


Penderita diabetes lebih rentan terkena berbagai jenis infeksi, seperti infeksi jamur. Faktor risiko untuk diabetes tipe 1 antara lain, adanya keluarga yang juga memiliki riwayat diabetes tipe 1, mengalami infeksi akibat virus, serta rentan usia yang biasanya terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun. Terapi dan pengobatan apa yang diberikan? Insulin diberikan beberapa kali dalam sehari dengan cara disuntikkan (dengan syringe atau insulin pen) ataupun menggunakan pompa insulin. Salah satu pengobatan diabetes yang mungkin diberikan dokter adalah pemberian obat-obatan. Diabetes melitus atau diabetes tipe dua adalah penyakit yang sangat terkait dengan gaya hidup, yakni pola makan, olahraga, pola tidur yang tidak baik dan kegemukan. Tidak terlalu banyak mengonsumsi gula dan makanan manis lainnya. Namun ketika terlalu banyak kadar gula dalam darah maka bisa menyebabkan diabetes. Dan, jika anak menderita diabetes, maka hasil A1C-nya adalah 6,5 persen ke atas. Karena penderita DM tipe 1 mengalami kekurangan insulin atau bahkan tidak memproduksi insulin sama sekali di dalam tubuh, maka insulin pada umumnya akan dibutuhkan seumur hidup.


Diabetes Melitus terjadi karena kekurangan jumlah hormon insulin atau kurang sempurnanya kerja insulin, yaitu hormon yang bertugas membawa glukosa (gula) darah ke dalam sel untuk pembentukan energi. Jika DM Tipe 2 terjadi karena resistensi insulin atau sel tubuh yang tidak responsif terhadap insulin, DM tipe 1 terjadi, karena tubuh kekurangan atau sama sekali tidak memproduksi insulin. Ini menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kadar gula darahnya mencapai target yang ditentukan atau belum. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan. Dokter juga biasanya akan memberikan saran kepada penderita diabetes untuk melakukan pencegahan agar luka diabetes tidak terjadi. Sementara jika anak terkena diabetes tipe 2, dokter akan memberikan obat-obatan antidiabetes. Ketika penderita jenis diabetes insipidus ini meminum cairan, tubuh akan menurunkan produksi vasopressin. Gangguan produksi insulin atau penurunan sensitivitas insulin karena faktor gaya hidup ini menyebabkan diabetes melitus tipe 2, yang biasanya ditemukan padaorang dewasa. 6. KI: hipersensitif, gangguan intenstinal kronis berkaitan dengan absorbsi dan pencernaan, gangguan ginjal berat dan kehamilan. Tujuan : gangguan integritas kulit dapat berkurang atau menunjukkan penyembuhan. Konsumsi makanan tinggi gula terutama gula sederhana, yaitu gula pasir atau makanan dan minuman manis, akan meningkatkan risiko resistensi insulin.

This conte nt w᠎as created with t​he ᠎help ​of GSA C᠎on​te nt Generator DEMO᠎!


Insulin sangat penting, membantu tubuh menggunakan gula untuk energi, dan sebagian besar perawatan saat ini berfokus pada orang yang memeriksa gula darahnya dan mengonsumsi insulin (melalui suntikan atau infus) setiap hari. Seseorang yang memiliki keluarga inti, seperti orangtua atau saudara kandung yang menderita diabetes tipe 1, memiliki risiko untuk menderita penyakit yang sama. Riwayat keluarga penderita diabetes, gaya hidup tidak sehat, usia tua, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, genetik serta ras atau etnis tertentu adalah faktor resiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Wanita yang pernah menderita penyakit diabetes gestasional mempunyai resiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak pernah menderita penyakit itu. Itu artinya, tubuh mereka masih memproduksi insulin tetapi tidak dapat menggunakannya secara efisien. Oleh karena itu tidak aktif meningkatkan risiko prediabetes. Banyak yang memiliki anggapan bahwasannya penyakit diabetes hanya di derita oleh dewasa. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak usia 7-12 tahun, walaupun bisa terjadi pada usia berapapun, dari bayi sampai orang dewasa. Di sisi lain, gejala diabetes tipe 1 cenderung muncul lebih cepat, umumnya hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja setelah anak mengidapnya. 200 mg/dl. Glukosa sewaktu adalah hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir. TTGO yang dilakukan dengan standar WHO, menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air.


Posting Komentar untuk "Penyebab Diabetes yang Jarang Diketahui, apa Saja?"